Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, September 18, 2008

Siapa Bilang Islam Teroris???

Posted by giel at 10:57 PM 0 comments
ISLAM selalu terkait dengan teroris ? Itulah kira-kira yang ada di benak pikiran sebagian besar orang yang belum mengenal Islam secara utuh. Bagaimana tidak, hampir setiap aksi terorisme selalu dikaitkan dengan Islam. Bagaimana kita sebagai seorang yang bernafaskan islam menyikapi hal ini???

Peledakan World Trade Centre (WTC) di Amerika, pembajakan pesawat, peperangan di Afganistan dan Irak, peristiwa bom Bali, dan Hotel JW Marriott di Jakarta, merupakan sebagian aksi terorisme yang dituduhkan kepada umat Islam sebagai otak dan pelaku aksi. Kejadian beberapa waktu lalu di Spanyol berupa peledakan kereta api yang menewaskan ratusan orang serta penyenderaan anak-anak di Rusia, kemungkinan besar tuduhannya kepada kaum muslimin.

Akibat tuduhan itu, cucuran darah dan air mata senantiasa membanjiri terutama negeri kaum Muslimin. Seorang anak kecil harus rela hidup sebatang kara, karena sanak keluarganya tewas mengenaskan dihantam bom serdadu Amerika dan sekutunya. Seorang wanita Muslim diperkosa massal dihadapan suami dan anak-anaknya, kemudian dibunuh secara biadab oleh serdadu dari negara yang mengaku menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Masih banyak lagi perlakuan tidak manusiawi yang harus diterima Muslimin akibat operasi militer pencarian pelaku teroris.

Di negara yang belum terkena operasi militer pencarian para teroris, Muslimin juga mendapat perlakuan diskriminasi. Pelarangan jilbab juga atribut-atribut Islam lainnya terjadi di Turki, begitu juga Prancis yang baru saja mengeluarkan pengumuman resminya.

Serangkaian aksi teroris ini, tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh salah seorang atau sekelompok orang yang mengatas namakan Islam. Tapi, perbuatan itu tak bisa dijadikan alasan bagi negara-negara Barat dan Timur menuding dan menuduh, Islam penganut paham terorisme.
Dalam Islam, meskipun dalan keadan genting sekalipun (baca : peperangan) ada rambu-rambu yang tak boleh dilanggar. Seperti, merusak tempat ibadah, pasar, pepohonan (tumbuhan), membunuh orang yang sudah tua, anak-anak, perempuan, dan orang yang sudah menyerah. Sementara, aksi-aksi teror yang marak saat ini, merenggut ribuan korban jiwa tanpa kenal umur, jenis kelamin, berdosa atau tidak berdosa, selain merusak tempat-tempat umum. Bahkan, sebagian yang jadi korban justru Muslimin. Jelas ini bukan dari Islam.

Namun deri semua itu mau tidak mau dengan kejadian yang melibatkan beberapa tokoh islam seperti imam Abu Bakar Ba`ashir terutama Imam Samudra yang sudah diponis hokum mati ,umat islam tidak bias begitu saja mengelak meski semua tuduhan itu semua kurang bahkan tidak berdasar fakta yang otentik dilapangan , namun itulah Indionesia yang mau tidak mau, yang langsung tidak langsung tetap berada dibawah kekuasaan interpretasi asing dimana Amerika sebagai dalangnya dari semua tuduhan .Maka tak heran dengan kejadia kejadian diatas secara sepontan begitu banyak buku buku terbit mengenai masalah teroris ini terutama pandangan aksi aksi bom syahid yang mengundang pro dan kontra dikalangan para ulama besar di dunia.Dan diantara buku buku itu diantaranya mengenai seputar teroris ,fatwa ulama mengenai hokum meledakan diri dan banyak lagi .

Berdasarkan hal di atas, buku itu tulis oleh ulama-ulama besar abad ini, yang mengupas tuntas bagaimana sebenarnya manhaj Islam melihat kejadian-kejadian tersebut, serta jawaban kepada seluruh umat manusia dengan menggunakan dalil-dalil Al-Quran dan As-Sunah disertai argumen-argumen kuat bagaimana sebenarnya Islam menyikapi masalah terorisme. Dan berdasarkan hal tersebut juga Imam Samudara mencoba menjelaskan alasan alasan bahwa islam bukanlah teroris meski dalam buku ini ia tertuduh langsung sebagai peelaku teroris Indonesia, meski memang pendapatnya kebanyakan ditentang namun mungkin ia lebih melihat fatwa dilapangan bahwa harga diri islam banyak yang diinjak injak kehormatan dirinya.

Buku ini berusaha membuka wawasan serta pola pikir yang sehat bagaimana sebenarnya agama Islam yang utuh, apa tanggapan Islam mengenai terorisme serta hukuman apa yang pantas bagi otak pelakunya ? Di samping itu, dalam buku ini akan didapati nasihat-nasihat emas para ulama besar kepada perorangan atau kelompok perihal manhaj yang benar dalam mendakwahkan Islam agar bisa diterima umat manusia. Juga, pembahasan tentang Khwarij serta anak cucunya yang terus berkembang dari masa ke masa, yang menimbulkan pertumpahan darah di kalangan Muslimin, karena kesalahan dalam memahami nash-nash Alquran dan Assunah.

Buku ini terdiri dari bab . Tiap bab berisi fatwa atau hukum dari ulama mengenai terorisme. Di antaranya, hukum pengeboman di negara-negara Islam dan sekitarnya, hukum keluar dari penguasa Muslimin, hukum demontrasi, hukum pembunuhan, hukum membajak pesawat, hukum pemogokan, hukum bom bunuh diri, hukum pengkafiran, hukum mencela para ulama, dan hukum jihad.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdulah, memberikan penjelasan mengenai peristiwa penabrakan dua pesawat terbang pada gedung WTC di Amerika. Perlu kiranya penjelasan tersebut diketahui oleh setiap Muslim maupun non-Muslim. Ia menyimpulkan beberapa hal, pertama, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat seperti pembajakan pesawat terbang, kepanikan/ketakutan, pembunuhan dengan membabi buta merupakan bentuk kezhaliman, ketidakadilan, dan permusuhan. Hal tersebut bukan dari Islam, bahkan perbuatan itu merupakan perkara yang diharamkan dan termasuk dosa besar.meski memang ada pendapat dan banyak pendapat yang menentang pendapat diatas diantaranya buku aku melawan teroris ini namun semua itu tidaklah bias disalahkan satu sama lainnya melainkan adnya kesalahan dalam memaknai sesuatu .

Kedua, seorang Muslim yang memahami masalah-masalah agamanya serta mengamalkan Kitabullah dan Sunah Nabinya tidak akan melakukan perbuatan itu karena takut dengan kemarahan Allah serta akibat jelek dan kerusakan yang akan ditimbulkannya. Ketiga, wajib bagi para ulama menjelaskan kebenaran dalam persoalan seperti ini dan menyebarkan kepada dunia, tentang Islam secara global, bahwasannya Islam tidak membolehkan perbuatan-perbuatan itu selamanya.

Keempat, kepada media massa dan orang-orang yang berada di baliknya yang menghasut, menyebarkan fitnah, merusak reputasi Islam dan Muslimin, memecahbelahnya, serta mengobarkan kemarahan antar sesama, wajib berhenti dari kesesatannya. Mengetahui bahwasannya orang adil lagi berakal dan mengerti Islam tidak mungkin menuding tuduhan-tuduhan terhadap Islam dan tidak akan melemparkan fitnah seperti ini kepada Islam. Karena, sepanjang sejarah tidak pernah dikenal pengikut agama ini yang berpegang teguh kepada agama, kecuali selalu menjaga hak dan tidak ada permusuhan serta kezaliman.

Mengutip pendapatnya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam buku mengatakan, maraknya aksi bom bunuh diri yang dilakukan sebagian Muslimin sebagai bentuk perlawanan terhadap hagemoni negara penindas tidak dikategorikan sebagai syahid.

Menurutnya, perbuatan sebagian orang yang mengorbankan diri dengan jalan membawa bom kemudian meledakkannya di tempat kaum kuffar merupakan bentuk bunuh diri. Orang yang melakukan bunuh diri maka ia akan kekal di neraka selamanya. Karena orang itu melakukan bunuh diri bukan untuk kemaslahatan agama Islam. Sebab, jika ia membunuh dirinya serta membunuh sepuluh, seratus, atau dua ratus orang, hal itu tidak mendatangkan manfaat bagi Islam dan tidak ada orang yang mau masuk Islam. Bahkan, boleh jadi hal itu akan memunculkan kemarahan musuh Islam, hingga mereka membinasakan kaum Muslimin dengan sekuat tenaga.
Sementara itu, menyikapi tentang pengkafiran dan pengeboman yang marak terjadi di negeri Islam dan selainnya. Majelis Kibarul Ulama mengeluarkan penjelasan. Pertama, pengkafiran termasuk hukum Syar'i yang sumbernya berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Namun, tidak setiap perbuatan disifati dengan kekafiran baik perkataan maupun perbuatan merupakan kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Ketika mengkafirkan seseorang, tidak dibenarkan cukup hanya dengan syubhat atau persangkaan semata, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut. Kedua, akibat yang ditimbulkan oleh keyakinan yang salah ini seperti penghalalan darah, terinjak-injak kehormatan, terampasnya harta secara khusus maupun umum, pengeboman pemukiman dan kendaraan dan peledakan gedung-gedung. Kesemuanya ini dan yang semisalnya diharamkan menurut syariat (ijma muslimin) karena menjadi penyebab hilangnya hak orang yang tidak berdosa, hilangnya hak harta, hilangnya hak rasa aman dan menetap dan hak kedamaian hidup di perumahan dan lingkungan mereka serta hilangnya kepentingan-kepentingan umum yang harus ada pada manusia. Ketiga, setelah majelis Kibarul Ulama menjelaskan hukum mengafirkan manusia tanpa didasari petunjuk kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya, serta bahaya memutlakan hal tersebut sehingga menimbulkan pengaruh yang buruk, maka diumumkan kepada dunia, Islam berlepas dari orang yang berkeyakinan salah seperti ini, dan hal-hal yang terjadi di beberapa negeri seperti pertumpahan darah orang tak berdosa, peledakan perumahan dan kendaraan serta bangunan-bangunan milik swasta maupun pemerintah dan penghancuran gedung-gedung, merupakan tindakan kriminalitas dan Islam berlepas darinya.

Dalam buku ini didapati sedikit karancuan. Ketika Kibarul Ulama mengeluarkan penjelasannya. ( ...maka Majelis Kibarul Ulama mengeluarkan penjelasan berkaitan dengan hukum tersebut sebagai bentuk nasihat kepada Allah dan para hamba-Nya,...) . Padahal sudah jelas, Allah Swt tidak memerlukan nasihat siapa pun, karena Allah Mahabesar dan Maha Sempurna. Kesalahan yang tampak sepele, namun sebenarnya sangat vital. Mudah-mudahan ini kesalahan tidak disengaja dari penulis ataupun pembantu buku ini. Meskipun buku ini sederhana dan banyak mengundang kontropersi namun alangkah baiknya kita selaku manusia yang lemah tidak begitu saja mengklaim teroris dan lain sebagainya.

Buku ini dapat dibaca oleh umat Islam sendiri maupun umat lain yang belum mengenal Islam secara utuh, sehingga dapat memahami isu-isu terorisme secara bijak, dan terhindar dari buruk sangka terhadap Islam dan umat Islam.

Thursday, September 11, 2008

Tanda-Tanda Kiamat Dalam Al-Qur'an

Posted by giel at 12:50 PM 2 comments
Kebanyakan orang sedikitnya tahu tentang Hari Kiamat (as-Sa‘ah). Hampir setiap orang telah mendengar satu dan lain hal tentang kengerian kiamat itu. Akan tetapi, kebanyakan orang cenderung untuk bereaksi sama terhadapnya sebagaimana halnya sikap mereka atas perkara-perkara yang sangat penting lainnya, yaitu, mereka tidak ingin membicarakannya atau bahkan memikirkannya. Mereka berusaha dengan sangat keras agar tidak memikirkan teror yang akan mereka alami pada Hari Kiamat. Mereka tidak sanggup menahan (keprihatinan) hal-hal yang mengingatkan pada Hari Kiamat yang terdapat pada suatu berita mengenai sebuah kecelakaan yang mengerikan atau sebuah berita film tentang suatu bencana. Mereka menghindar untuk memikirkan tentang fakta bahwa hari itu pasti akan datang. Mereka tidak mau mendengar orang-orang lain yang membicarakan tentang hari yang luar biasa itu, atau membaca tulisan-tulisan para penulis tentangnya. Ini adalah sebagian cara yang dikembangkan oleh orang-orang itu guna terlepas dari memikirkan tentang kengerian Hari Kiamat.

Banyak orang tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Hari Kiamat itu sedang menjelang. Kita diberi contoh tentang hal ini dalam sebuah ayat di dalam Surat al-Kahfi, tentang seorang pemilik kebun anggur yang kaya raya.

Dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu. (Q.s. al-Kahfi: 36).

Ayat di atas memberitahukan mentalitas sesungguhnya dari seseorang yang mengaku percaya kepada Allah namun menghindari untuk memikirkan tentang kenyataan Hari Kiamat dan mengajukan pernyataan yang bertentangan dengan sebagian ayat al-Qur’an. Ayat yang lain menceritakan keraguan dan ketidakpastian yang melingkari orang-orang kafir mengenai waktu terjadinya saat terakhir.

Dan apabila dikatakan (kepadamu): “Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya,” niscaya kamu menjawab: “Kami tidak tahu apakah Hari Kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).” (Q.s. al-Jatsiyyah: 32).

Sebagian orang menyangkal sepenuhnya bahwa Hari Kiamat sedang menjelang. Mereka yang memiliki pendapat ini disebutkan di dalam al-Qur’an sebagai berikut:

Bahkan mereka mendustakan Hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan Hari Kiamat. (Q.s. al-Furqan: 11).

Sumber yang dapat membimbing jalan kita dan menunjukkan pada yang haq adalah al-Qur’an. Tatkala kita lihat apa yang dikatakannya, kita mempelajari sebuah fakta yang jelas. Mereka yang menipu dirinya sendiri mengenai Hari Kiamat ini melakukan kesalahan yang berat, karena Allah mewahyukan di dalam al-Qur’an bahwa tidak terdapat keraguan bahwa Kiamat itu sudah dekat.

Dan sesungguhnya as-Sa‘ah (Hari Kiamat) itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya … (Q.s. al-Hajj: 7).

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya as-Sa‘ah (Hari Kiamat) itu pasti akan datang. (Q.s. al-Hijr: 85).

Sesungguhnya as-Sa‘ah (Hari Kiamat) pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya … (Q.s. al-Mu’min: 59).

Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa pesan yang disampaikan al-Qur’an mengenai Hari Kiamat ini diwahyukan lebih dari 1.400 tahun yang lalu dan ini adalah sebuah jangka waktu yang panjang dibandingkan dengan panjangnya umur seorang manusia. Namun ini adalah perkara tentang akhir dunia, matahari dan bintang-bintang — pendek kata — alam semesta. Bila kita pikirkan dengan mendalam bahwa alam semesta ini usianya sudah milyaran tahun, empat belas abad adalah sebuah kurun waktu yang sangat singkat.

Seorang ulama besar pada masa ini, Bediuzzaman Said Nursi, menanggapi masalah serupa itu dengan demikian:

Al-Qur’an mengatakan, “as-Sa‘ah itu telah dekat.” (Q.s. al-Qamar: 1). Yaitu, Hari Kiamat sudah dekat. Bahwasanya belum datang setelah seribu tahun atau bertahun-tahun ini tidaklah mengurangi kedekatannya. Karena, Hari Kiamat adalah saat yang ditetapkan atas dunia ini, dan dalam kaitannya dengan umur dunia ini seribu atau dua ribu tahun adalah bagaikan satu atau dua menit saja dikaitkan dengan setahun. Saat Kiamat bukan hanya saat yang ditetapkan atas umat manusia sehingga ia hendaknya dikaitkan dengannya dan dilihat dari jarak jauh.


Di Bulan Puasa

Posted by giel at 12:17 PM 0 comments
Marhaban ya Ramadhan...
Kalimat yang tidak jarang terdengar di telinga ketika tiba di Bulan yang penuh maghfirah itu. Mungkin sedikit yang bisa saya sampaikan tentang seluk beluk, makna yang tersirat, atau apalah tentang Bulan Ramadhan yang semoga bisa bermanfaat.

1. Keutamaan bulan Ramadan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu. (Shahih Muslim)

2. Wajib berpuasa Ramadan jika melihat hilal awal Ramadan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari). (Shahih Muslim)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari. (Shahih Muslim)

3. Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum bulan Ramadan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali bagi seorang yang biasa berpuasa, maka baginya silakan berpuasa. (Shahih Muslim)

4. Bulan yang berjumlah 29 hari

Hadis riwayat Ummu Salamah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah bersumpah tidak akan menemui sebagian istri-istrinya selama sebulan. Dan setelah 29 hari berlalu, beliau datang menemui mereka. Kemudian beliau ditanya: Wahai Nabi! Baginda bersumpah tidak akan menemui kami selama satu bulan. Mendengar itu, beliau bersabda: Sesungguhnya bulan itu berjumlah 29 hari. (Shahih Muslim)
 

Giel's Note Copyright 2009 Reflection Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez